Minggu, 01 Februari 2009

Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru

Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak Guru yang kami hormati!
Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-36 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2009 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Kami mengundang Ibu dan Bapak Guru sekalian untuk ikut serta dalam lomba ini.
Majalah Bobo berharap, karya Ibu dan Bapak Guru bisa memberikan hiburan,
sekaligus panduan nilai moral kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerpen bebas. Boleh tentang apa saja. Yang penting cerita itu indah, menarik, dan sesuai untuk anak.

Untuk teman-teman pembaca Bobo, tolong, sampaikan pengumuman ini kepada Ibu dan Bapak Guru di sekolahmu, di sekolah temanmu, atau di sekolah saudaramu. Terima kasih, ya!


Syarat Lomba
1. Lomba ini untuk para guru.
2.. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa, (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5.. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
6. Redaksi berhak menerbitkan karya yang menang di Majalah Bobo dan dalam bentuk buku.
7. Redaksi berhak menerbitkan di Majalah Bobo atau dalam buku atas naskah yang tidak menang lomba, tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo dan buku.

Ketentuan Teknis
1. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
3. Lampirkan di setiap naskah: biografi singkat penulis, surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah, fotokopi KTP, nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan:
“Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru”di sudut kiri atas amplop.
5. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
6. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 26 Maret 2009.

Hadiah:
Juara I: Rp8.000.000, 00 (delapan juta rupiah)
Juara II: Rp6.500.000, 00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
Juara III: Rp5.500.000, 00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000, 00.
(satu juta rupiah)

Lain-Lain
1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 1/XXXVII, yang terbit tanggal 16 April 2009.
2. Hadiah akan dikirim melalui transfer lewat bank.
3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo, dan tidak melalui agen/perantara lain.
4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206

Lomba Mengarang Cerita Detektif

Menyambut HUT Ke-36 Majalah Bobo

Dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-36 Majalah Bobo, Redaksi Majalah Bobo menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerita Detektif. Cerita detektif yang dimaksud adalah cerita rekaan atau fiksi yang mengungkap sebuah teka-teki atau misteri yang membuat penasaran. Temanya bebas. Cerita diharapkan mengandung nilai-nilai yang positif bagi anak dan menghibur. Lomba ini terbuka untuk umum.

Teman-teman yang membaca pengumuman ini, tolong sampaikan kepada Ayah, Ibu, Om, Tante, Kakak, juga Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu lain yang teman-teman kenal. Siapa tahu mereka berminat mengikuti lomba ini. Terima kasih!

Syarat Lomba:

1. Lomba ini terbuka untuk umum.

2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya

yang sudah ada.

4. Tema bebas. Sesuai untuk anak-anak.

5. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.

6. Redaksi berhak menerbitkan karya yang menang di majalah Bobo dan/atau dalam bentuk buku.

7. Redaksi berhak menerbitkan karya yang tidak menang lomba, tetapi memenuhi syarat, di majalah Bobo dan/atau dalam bentuk buku. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan karya tersebut.

8. Karya yang masuk menjadi hak redaksi dan tidak dikembalikan.

9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.

10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah

Bobo dan buku.

Ketentuan Teknis

1. Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.

2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.

3. Di setiap naskah dilampirkan: biografi singkat penulis, alamat, nomor telepon, nomor handphone, fotokopi KTP, nomor rekening bank, dan pasfoto berwarna terbaru ukuran kartu pos (3R).

4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Tempelkan “Kupon Lomba Mengarang Cerita Detektif” di sudut kiri atas amplop.

5. Naskah dikirim ke: Panitia Lomba Mengarang Cerita Detektif 2009, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang 8 A, Jakarta 11530

6. Naskah harus diterima Panitia paling lambat tanggal 26 Maret 2009

Hadiah:

Juara I : Rp4.500.000, 00
Juara II : Rp3.000.000, 00
Juara III : Rp1.500.000, 00
10 Pemenang Harapan, masing-masing berhadiah Rp500.000,00

Lain-lain:

1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 01/XXXVII yang terbit tanggal 16 April 2009

2. Hadiah akan dikirim melalui transfer bank.

3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo dan tidak melalui agen/perantara lain.

4. Waspadalah pada penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurus hadiah pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang serupiah pun.. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon ke Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330170; 5330150, pesawat: 33201; 33206

Total Hadiah 30 Juta Rupiah

Sumber Cerita Fiksi

Fiksi, dilihat dari kamus berarti fiction : karangan , rekaan, khayalan.

Cerita fiksi adalah cerita yang bersifat rekaan, karangan, khayalan. Sekalipun fiksi tak bisa disamakan dengan karya ilmiah, bukan berarti semua yang bernama fiksi hanya berisi cerita bualan belaka.

Cerita fiksi dapat digali dari baragam sumber :

1. Pengalaman.

Sumber terbaik cerita fiksi adalah pengalaman, pengalaman merupakan kisah yang paling dekat dengan diri penulis hingga ia bertutur sesuatu yang tak jauh dari apa yang telah dialaminya sendiri. Pengalaman bukan selalu berasal dari kisah diri sendiri tetapi dapat pula pengamatan terhadap kisah hidup orang lain. Jika seseorang beranggapan pengalaman hidupnya tidaklah istimewa bukan berarti ia harus menceritakan secara detil dari a hingga z , pengalaman dapat menjadi sebuah bahan baku yang diolah sedemikian rupa sebagai ide dasar sebuah cerita.

a. Nikolai Gogol menulis Overcoat berdasar sebuah pengalaman. Dalam sebuah jamuan pesta makan malam, ia mendengar lelucon tentang orang yang bertahun-tahun menabung untuk daat membeli sebuah senapan. Setelah uang terkumpul untuk membeli senapan, seseorang justru mencuri senapannya sebelum si pemilik sendiri menggunakannya untuk berburu. Tamu yang hadir di jamuan makan tersebut tertawa mendengar lelucon tersebut, tetapi Nikolai Gogol merasa tersentuh dan kasihan terhadap si tokoh hingga ia menuliskan cerita berjudul Overcoat yang mengisahkan seorang karyawan miskin menabung sekian lama untuk dapat membeli jas penghangat. Saat dapat membeli, seseorang mencuri sementara karyawan tersebut ditertawakan banyak orang karena kebodohannya.

b. Charles Dickens menulis beberapa cerita berdasarkan pengalaman masa kecilnya

c. Willa Cather : Kebanyakan bahan baku penulis diperoleh dari pengalamannya sebelum berusia 15

d. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya

e. Mark Twain (Huckleberry Finn) : menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya.

2. Mimpi.

Berapa banyak mimpi yang kita alami hanya berlalu begitu saja? Robin Hemley (The Last Studebaker dan All You Can Eat) mengatakan salah satu sumber cerita adalah mimpi-mimpinya. Suatu hari ia terbangun dengan satu bayangan seorang lelaki yang menggali kebun milik istrinya. Bekas impian itu ia olah menjadi bahan baku cerita, mengisahkan seorang lelaki yang dihantui rasa bersalah dan cinta akibat bercerai dengan istrinya. Sebagai ungkapan kerinduan, cinta, perasaan berdosa setiap hari ia menanam bunga di kebun miliknya.

Mimpi, kadang hanya menjadi bunga tidur yang berlalu tanpa makna. Padahal dalam mimpi kadang Allah menitipkan suatu isyarat pada kita. Mimpi tercekik & tenggelam dalam air, orang Jawa berkata itu pertanda si empunya mau sakit. Dalam mimpi saja rasa tercekik & tenggelam demikian sakitnya, begitupula mungkin rasa seseorang menjelang meninggal di saat sakaratul mautnya.

3. Sejarah

Banyak sudah cerita fiksi diambil dari latar sejarah yang unik, misterius dan mengesankan. Musashi, Senopati Pamungkas, sedikit di antaranya. Film-film yang bertemakan sejarah, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri juga sangat beragam. Tjoet Njak Dhien, Tuanku Tambusai termasuk pdosuk dalam negeri bertema sejarah yang penggarapannya sangat indah. Red Cliff, Curse of Golden Flower, Once Upon a Time in China yang tayang dalam beberapa seri juga mengambil setting sejarah China.

Menulis fiksi berlandaskan sejarah memang menyenangkan. Seorang penulis berbekalkan keuletan, kesabaran, ‘mencuri dari masa lalu’ mengembangkannya dalam bentuk imajinasi sembari menggali dari sumber-sumber yang ada.

Joanna Scott (Concerning Mold Upon the Skin) menceritakan bahwa ia menulis cerita dengan mengacu pada sejarah obat-obatan sehingga Joanna Scott mencari sejarah tentang tabib di abad ke -15 dan 16 seperti Leeuwenhoek yang penuh rahasia bahkan buku-buku aneh yang tidak bisa diandalkan semacam Devils, Drugs and Doctors karya Howard Haggard.

Saya pribadi menuliskan The Road to The Empire sebetulnya mereupakan sekuel ketiga Takudar berdasar sejarah Mongolia yang sangat minim di dapat sumbernya di pasaran. Bagaimana jika sumber yang kita butuhkan tak terdapat di luar sana? Maxine Hong Kingstone (The Woman Warrior) menulis dengan sukses fiksi autbiografi tentang leluhurnya orang Cina dan Amerika. Karena hanya mengetahui sedikit tentang leluhurnya, ia mengisi kekosongan pengetahuan dengan khayalan.

4. Tradisi Lisan

Kisah-kisah yang kita dengar semasa kecil tidak lantas dibuang begitu saja. Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty menjadi cerita cinta yang terus digemari orang dan diadaptasi dalam bentuk cerita hingga film. Lihatlah film dan sinetron Indonesia yang meceritakan kisah cinta antara gadis miskin dengan pemuda berada, selalu laku. Tanpa mengabaikan kualitas cerita, penulis dapat menjadikan cerita lisan sebagai bahan baku idenya. Josip Novakovich (The Burning Shoe) mengisahkan seorang laki-laki yang pandai bertutur mulai kisah Pangeran Marko yang menyusu pada ibunya selama tujuh tahun, rumah masa kanak-kanak, tentara Jerman yang menyerbu hingga kisah kue madu. Sang penulis menggabungkan berbagai kisah yang ditemuinya dari cerita orang-orang.

Jangan sepelekan cerita tua sang kakek, dalam perjalanan panjangnya sebagai manusia, kebijaksanaannya tentu berharga.



Januari 31, 2009

Sumber: http://sintayudisia.wordpress.com/

Profesi Penulis

Semua penulis akan mati.
Hanya karyanyalah yang akan abadi.
Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.

(Ali bin Abi Thalib)


Selasa (27/1) siang, saya berkunjung ke rumah seorang sahabat lama, yaitu Kang Irfan (dosen sastra Unpad dan ketua umum FLP) yang kini sedang menyelesaikan S3 pada jurusan Ilmu Susastra UI. Salah satu diskusi yang menarik untuk dituliskan di sini adalah konsep profesi penulis yang seolah-olah selalu dipertanyakan, baik itu oleh pelaku yang sudah berkecimpung dalam dunia kepenulisan atau oleh masyarakat umum.


Menurut wikipedia versi Indonesia, penulis atau pengarang adalah sebutan bagi orang-orang yang mengarang atau menciptakan suatu karya tulis. Karya tulis bisa dalam bentuk karya tulis ilmiah, makalah, buku, artikel, opini, atau sastra (termasuk prosa dan puisi). Media penulisan pun bisa beraneka seperti buku, majalah, koran, atau internet. Orang yang pekerjaan utamanya menulis maka biasanya disebut sebagai penulis atau pengarang. Sedangkan penulis sebagai kegiatan sampingan atau sub dari pekerjaan utama, boleh disebut penulis juga.


Pada umumnya seorang penulis harus memiliki tiga keterampilan dasar. Pertama adalah keterampilan berbahasa dalam merekam bentuk lisan ke tulisan, termasuk di dalamnya adalah menggunakan ejaan, tanda baca, dan pemilihan kata. Kedua adalah keterampilan penyajian, termasuk di dalamnya adalah pengembangan paragraf, merinci pokok bahasa menjadi sub bahasan pokok, dan susunan secara sistematis. Ketiga adalah keterampilah perwajahan, termasuk di dalamnya pengaturan tipografi seperti penyusunan format, jenis huruf, kertas, tabel, dan lain sebagainya.


Menilik sejarah, profesi penulis boleh dibilang tidak ada, artinya penulis bukanlah pekerjaan utama melainkan sebagai pekerjaan sampingan dimana pelakunya sudah memiliki pekerjaan utama, misalnya sebagai dokter, ahli dakwah, dll. Akan tetapi berdasarkan perkembangan zaman, kini penulis bagi beberapa orang telah menjadi profesi utama. Sebut saja penulis skenario, penulis fiksi, penulis buku-buku pelajaran, penulis buku-buku proyek, bahkan sampai penulis spesialis lomba/sayembara. Wallahu'alam, di luar konteks pro dan kontra tentang profesi penulis, yang jelas profesi penulis tetap sama dengan profesi lainnya yang mengutamakan kerja profesional. Kalau memang sudah terjun total sebagai seorang penulis, tidak ada alasan baginya untuk tidak menulis. Sama halnya tidak ada alasan baginya untuk tidak membaca karena bagaimanapun kerja menulis tidak dapat dipisahkan dari membaca.


Ada satu tolok ukur yang tidak boleh diabaikan tentang profesi penulis, yaitu adanya pembaca yang secara tidak langsung akan mengikuti apa yang disampaikan (secara tersirat atau tersurat) dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang harus diperhatikan secara serius oleh penulis. Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa pengarang telah mati setelah karyanya selesai. Maksud dari konteks ini adalah adanya tanggung jawab moral seorang penulis setelah karyanya menjadi santapan umum di kemudian hari. Bolehlah sekuler menilai keindahan sebagai freedom of expression, namun Islam menilai keindahan sebagai sarana untuk menyampaikan kebenaran (A. Teeuw). Inilah yang menjadi titik tekan mengapa saya lebih memilih menulis yang bermanfaat bagi masyarakat umum (dakwah bil qalam). Tidak ada maksud lain bahwa menulis adalah cara lain untuk memburu pahala, termasuk mengalirnya amalan kebaikan kendati sang penulis telah tiada. Saya tidak menutup mata kalau rezeki menulis juga turut mengikuti. Bisa jadi inilah bonus lain yang sudah disediakan Sang Maha untuk hamba-hamba- Nya yang ikhlas.


Al Zabidi mengatakan bahwa sastra atau ‘al adab adalah sesuatu yang diaplikasikan oleh sastrawan untuk membantu memperbaiki manusia. Ia membimbing manusia ke arah sifat-sifat terpuji dan menghindari sifat-sifat keji. Jadi, sudahkah kita menulis untuk kebaikan bersama?[]



Bang Aswi - Pekerja Buku
Blog [http://bangaswi. com/]

Blog Competition 2009 [AKU UNTUK NEGERIKU]

Daftarkan Blog

Waktu Pendaftaran:
  • Pendaftaran dibuka mulai tanggal 12 Januari 2009 jam 08:00 WIB dan akan ditutup pada tanggal 12 Februari 2009 jam 17:00 WIB.

Registrasi, Kondisi dan Ketentuan yang berlaku:

  • Warga Negara Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang punya blog sendiri.
  • Blog yang diikutsertakan berbahasa Indonesia.
  • Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan email ke lombablog@bugiakso.com dengan subject : REGISTRASI BBC 09 (NAMA LENGKAP ANDA). Contoh : REGISTRASI BBC 09 BUGIAKSO
  • Isi dari email Anda harus berisikan informasi berikut:
    - Nama Lengkap
    - Blog URL
    - Alamat Email
    - Nomor Mobile Phone
    - Tanggal Lahir
    - Umur
    - Kota Tempat Tinggal
    - Pekerjaan
  • Peserta diwajibkan memasang banner lomba yang telah disediakan.

Biaya Registrasi:

  • Bebas biaya pedaftaran.
Lebih lanjut di: http://bugiakso.com/lomba/daftar/

Lomba Film Dokumenter [untuk umum]

Tema: Ekonomi Kreatif Masyarakat Indonesia.

Film dokumenter ini berisi tentang penggambaran keadaan UKM yang ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia, misalnya menceritakan mengenai pengembangan dan penciptaan sumber penghasilan atau lapangan kerja baru, juga keadaan ekonomi kreatif dalam bidang lingkungan hidup, seperti upaya daur ulang, pencegahan pencemaran, atau pencegahan pemanasan global.

Syarat Lomba :
1. Peserta adalah masyarakat umum, tim terdiri dari 2-5 orang
2. Lomba ini tidak dikenakan biaya pendaftaran

Petunjuk Teknis :
1. Peserta diharuskan mengumpulkan film documenter dalam format MPEG dalam CD kepada panitia Limas (alamat tertera di bawah) dengan durasi 5-8 menit.

2. Peserta wajib mengirimkan film beserta proposal penjelasan mengenai film yang dibuat. Isi proposal mencakup ide, judul, sinopsis, expose, treatment, skenario, shooting script, dan story board.
3. Proposal dikirim dalam bentuk print out (hard copy) dan film dalam format CD ke :
Panitia Lomba Film Dokumenter LIMAS UI 2009
Sekretariat BEM FISIP UI
Gedung yong Ma, Lantai 2 FISIP UI
Kampus UI Depok 16424


4. Proposal dan film tersebut harus sudah diterima oleh panitia paling lambat tanggal 24 Februari 2009
5. Peserta wajib melampirkan biodata dan scan/fotocopy tanda identitas (KTP/SIM/Kartu Tanda Mahasiswa) serta mencantumkan nomer kontak yang bisa dihubungi (email dan no. Hp/Telp)

Pemenang akan diumumkan pada hari Kamis, 5 Maret 2009 dalam acara Seminar dan Closing Ceremony LIMAS UI 2009 di ruang AJB Bumiputera FISIP UI Depok. Pemenang akan dihubungi oleh panitia dan juga akan diumumkan dalam website LIMAS UI 2009

Contact Person Lomba Film Dokumenter : Mimi (08159670205)

Lomba Cerita Anak [untuk umum]

Lomba penulisan cerita ini bertujuan untuk menggali dan menciptakan karya-karya anak bangsa untuk menghasilkan cerita yang dapat dinikmati anak-anak, juga mendidik, sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal untuk pembentukan karakter anak-anak yang baik sejak dini melalui cerita-cerita tersebut.


Tema Umum : Nasionalisme
Tema Khusus: Pengenalan tokoh-tokoh nasional dan (atau) peristiwa-peristiwa nasional yang bersejarah. Contoh: Chairul Saleh, atau Chairul Saleh dalam Peristiwa Rengasdengklok.

Syarat-syarat umum :
1. Peserta adalah masyarakat umum, perseorangan
2. Lomba ini tidak dikenakan biaya pendaftaran
3. Naskah harus asli (bukan terjemahan atau saduran), ditulis dalam bahasa Indonesia
4. Bebas tapi tidak menjurus pornografi, tidak menyinggung SARA, dan tidak melanggar UUD 1945
5. Naskah belum pernah dipublikasikan dan tidak ‘sedang’ diikutsertakan dalam lomba yang lainnya
6. Bentuk cerpen bisa Fiksi
7. Peserta hanya dapat mengirim satu (1) buah naskah
8. Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media ada pada Panitia LIMAS UI 2009 FISIP UI
9. Panitia berhak mengganti judul dan menyunting isi jika diperlukan
10. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat-menyurat dalam bentuk apapun.

Syarat-syarat khusus :
1. Naskah dikirim dalam bentuk print out (hard copy) dan file / soft copy. Naskah Hard Copy dikirim ke :
Panitia Lomba Cerita Anak LIMAS UI 2009
Sekretariat BEM FISIP UI
Gedung yong Ma, Lantai 2 FISIP UI
Kampus UI Depok 16424

bentuk file (soft copy) dikirim ke: lombaceritaanaklimas@gmail.com dengan subjek : Lomba Cerita Anak LIMAS UI 2009

2. Hasil karya dikirimkan dalam bentuk ketikan komputer dengan ukuran kertas A4, Font Times New Roman ukuran 12, 5-10 halaman, spasi 1,5.
3. Peserta wajib melampirkan biodata dan scan/fotocopy tanda identitas (KTP/SIM/Kartu Tanda Mahasiswa) serta mencantumkan nomer kontak yang bisa dihubungi (email dan no. Hp/Telp)
4. Pendaftaran dan penerimaan naskah paling lambat tanggal 24 Februari 2009

Pemenang akan diumumkan pada hari Kamis, 5 Maret 2009 dalam acara Seminar dan Closing Ceremony LIMAS UI 2009 di ruang AJB Bumiputera FISIP UI Depok. Pemenang akan dihubungi oleh panitia dan juga akan diumumkan dalam website LIMAS UI 2009

Contact Person Lomba Cerita Anak : Maulida ( 021 68462599)